Tujuan
dan manfaat manajemen pendidikan antara lain:
1.
Terwujudnya suasana belajar dan
proses pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, dan Bermakna
(PAKEMB);
2.
Terciptanya peserta didik yang aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara;
3.
Terpenuhinya salah satu dari 5
kompetensi tenaga kependidikan (tertunjangnya kompetensi manajerial tenaga
kependidikan sebagai manajer);
4.
Tercapainya tujuan pendidikan secara
efektif dan efesien;
5.
Terbekalinya tenaga kependidikan
dengan teori tentan proses dan tugas administrasi pendidikan (tertunjangnya
profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan);
6.
Teratasinya masalah mutu pendidikan
karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya;
7.
Terciptanya perencanaan pendidikan
yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel;
8.
Meningkatnya citra positif Pendidikan.
Peranan interpersonal
Peranan yang bersifat interpersonal antara lain dimaksudkan untuk menumbuh suburkan iklim solidaritas dan kebersamaan dalam organisasi. Peranan ini sering menampakkan dirinya dalam tiga bentuk utama yaitu :
- Peranan yang bersifat simbolis. Tidak dapat disangkal dari pengalaman banyak orang-orang yang menduduki jabatan manajemen puncak dalam organisasi tersebut. Salah satu akibat perana tersebut ialah kesediaan manajemen untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan seremonial. Contohnya antara lain ialah berbagai kegiatan langsung dalam perayaan hari-hari besar nasional. Perayaan ulang tahun organisasi, menghadiri upacara kedutaan dan lain-lain.
- Keterlibatan termasuk katagori kegiatan feriferal dalam arti tidak memberikan kontribusi secara langsung kepada pencapaian tujuan organisasi dan berbagai sasaranya.
- Kegiatan sosial dan seremonial seperti itu menyita banyak waktu, tenaga dan bahkan juga biaya. Akan tetapi sesungguhnya, memainkan peranan simbolis tersebut sangat penting, paling sedikit ditinjau dari segi penciptaan citra positif organisasi yang bersangkutan misalnya sebagai tokoh dalam lingkungan keluarga besar organisasi dan mencegah timbulnya persepsi dikalangan orang lain bahwa manajemen organisasi menjadi kelompok yang exclusive.
- Peranan selaku pimpinan, jika kepemimpinan didefenisikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, para bawahan-bawahan sehingga orang lain itu bersedia melakukan hal-hal yang diinginkan oleh pimpinan meskipun hal tersebut secara pribadi tidak disenanginya dari teori kepemimpinan diketahui bahwa kepemimpinan yang efektif antara lain menyangkut gaya kepemimpinan yang situasiola yang pada umumnya berarti dalam menerapkan kepemimpinanya, seorang manajer menyesuaikan gaya tersebut dengan tingkat kematangan mental, profesional, dan teknis para bawahan meskipun gaya yang demokratiklah yang sesugguhnya yang paling didambahkan
- Peranan sebagai penghubung dalam arti eksternal yaitu peranan selaku wakil organisasi dalam menghadapi berbagai pihak di luar organisasi yang mempunyai kemitraan atau hubungan kerja dengan organisasi yang bersangkutan. Salah satu bentuk hubungan ini ialah bahwa manajemen menerima informasi dari pihak luar dan sebaliknya memberi informasi kepada pihak luar tersebut tentang organisasi yang dipimpinya.
Peranan Informasional
Peranan informasional ialah dalam kedudukannya selaku unsur pimpinan dalam organisasi manajemen menjadi pemantau arus informasi dalam organisasi di samping peranan menerima dan membagi informasi. Melimpahnya informasi yang diterima oleh manajemen dapat menimbulkan masalah paling sedikit dalam dua bentuk yaitu :
Peranan informasional ialah dalam kedudukannya selaku unsur pimpinan dalam organisasi manajemen menjadi pemantau arus informasi dalam organisasi di samping peranan menerima dan membagi informasi. Melimpahnya informasi yang diterima oleh manajemen dapat menimbulkan masalah paling sedikit dalam dua bentuk yaitu :
- Bahwa tidak sedikit waktu dan tenaga manajemen yang digunakan untuk menyeleksi informasi apa saja yang betul-betul dibutuhkanya yang berarti mengurangi waktu yang tersedia untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang lebih strategis sifatnya.
- Tidak ada jaminan informasi yang diterima bermutu tinggi karena sering dimaklumi dalam dunia informasi dewasa ini dikenal dengan akronim gigo yang merupakan singkatan dari ungkapan garbage in garbage out. Tidak akan ada yang menyanggah benarnya pandangan yang mengatakan bahwa jika data sebagai bahan baku untuk diolah sehingga menjadi informasi tidak tinggi mutunya, secermat apapun pengolahan dilakukan tidak mungkin tidak mungkin menghasilkan informasi yang bermutu tinggi.
- Peranan selaku mengambil keputusan pada tingkat yang berbeda-beda para manajer dalam satu organisasi berparan selalu mengambil keputusan, bagi yang sifatnya standar strategis, fungsional, dan teknis operasionalperanan tersebut timbul karena manajemen memiliki wewenang untuk bertindak.
Keterampilan Manajerial dan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajer Pendidikan
Paul Hersay dan Kenneth H. Balanchard mengemukakan bahwa terdapat tigak bidang keterampilan yang penting untuk melakukan proses manajemen bagi seorang manajer bidang keterampilan yang dimaksud adalah:
Paul Hersay dan Kenneth H. Balanchard mengemukakan bahwa terdapat tigak bidang keterampilan yang penting untuk melakukan proses manajemen bagi seorang manajer bidang keterampilan yang dimaksud adalah:
·
Keterampilan Tehnikal (Technical
Skill)
Yaitu kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, metode,
prosedur, tehnik, dan akar yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas
spesifik yang diperoleh lewat pengalaman pendidikan dan latihan.
·
Keterampilan Manusiawi (Human Skill)
Keterampilan manusiawi adalah kemampuan dan pertimbangan
yang diusahakan bersama orang lain, termasuk mengenal motivasi dan aplikasi
tentang kepemimpinan yang efektif manajer cukup memiliki keterampilan hubungan
manusiawi agar dapat bekerja dengan para bawahan dalam organisasi dan manajemen
kelompoknya sendiri.
·
Keterampilan Konseptual (Conceptual
Skill)
Yaitu kemampuan memahami
kompleksitas keseluruhan organisasi tempat seseorang adaptasi dalam operasi
organisasi.
artikelnya sangat bermanfaat, terima kasih.
BalasHapusSmoga brmanfaat artikelnya om๐
BalasHapusbagusss. lanjutkann pakk.
BalasHapusThanks Yang sudah coment,Moga bermanfaat ArtikelnyA
BalasHapusKereen๐
BalasHapusMantap
BalasHapusTerbaik
BalasHapusartikelnya bagus๐
BalasHapuskereeeennnn
BalasHapusMantap artikelnya
BalasHapusYang satu ini gak kalah manfaatnya setelah dibaca. Good jo randy
BalasHapussemoga bermanfaat
BalasHapusNice
BalasHapusBagus artkelnx
BalasHapusKren artikelx ๐๐๐
BalasHapusBgs๐๐
BalasHapusInfo yg menarik
BalasHapusArtikel bermanfaat
BalasHapusArtikelnya bermanfaat
BalasHapusArtikelnya bermanfaat
BalasHapusGood๐
BalasHapusSngat membntu skali
BalasHapusKeren..
BalasHapusbagus
BalasHapusBarakallahu fik...
BalasHapus