Translate

Selasa, 12 Desember 2017

Bidang Garapan, Problematika, dan Harapan Lulusan Manajemen Pendidikan


Bidang Garapan Jurusan Administrasi Pendidikan

Lulusan jurusan administrasi pendidikan dapat ditempatkan untuk bekerja pada bidang-bidang tertentu pada instansi/ lembaga pendidikan diantaranya sebagai :
1.Tenaga perencana pendidikan
Tenaga perencana pendidikan terutama di dinas pendidikan, baik pusat atau daerah, yaitu pada bagian perencanaan, perguruan tinggi negeri atau swasta dan instansi/lemabaga lain yang bergerak dalam dunia pendidikan. Adapun deskripsi pekerjaan seorang tenaga perencana adalah menyusun program, mengelola, mengorganisasi kegiatan, melakukan evaluasi program, monitoring dan mengendalikan kegiatan pada instansi yang bersangkutan.
2.Tenaga pengelola pendidikan
Lulusan jurusan administrasi pendidikan sebagi pengelola pendidikan dapat bekerja sebagai tenaga pengelola pada instansi/lembaga pemerintah baik lingkungan pendidikan seperti dalam jajaran departemen kementrian pendidikan nasional, bagian kepegawaian,perlengkapan, bagian tata usaha, bidang dokumentasi, dikmenjur, bagian keuangan kantor, kantor dinas pendidikan tingkat provinsi/ kabupaten/ kota bisa disemua bagia, lingkungan perguruan tinggi, pemerintah daerah, diklat-diklat, dan swasta.
Deskripsi pekerjaan bagian pengelola pendidikan meliputi, merencanakan dan menyusun program kerja, mengelola dan mengorganisir kegiatan-kegiatan, melaksanakan kegiatan sesuai dengan bidang tugas masing-masing, melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab masing-masing sehingga menunjang pelaksanaan tugas lembaga secara efektif dan efisien.
3.Tenaga pengawa pendidikan
Tenaga pengawas pendidikan dapat bekerja pada jajaran departemen kementerian pendidikan nasional seperti inspektorat, dinas pendidikan tingkat provinsi, dan dinas pendidikan tingkat kabupaten/kota/kecamatan dan jajaran departemen agama dan instansi lain baik negeri ataupun swasta.

Problematika Masa Depan Jurusan Administrasi Pendidikan 

Setiap ada penerimaan CPNS baru di suatu lembaga atau instansi, yang pertama penulis cari adalah apakah ada lowongan untuk alumni atau tamatan jurusan Administrasi Pendidikan. Namun begitu selesai penulis membaca tidak satupun penulis menemukan formasi untuk mahasiswa yang berijasah administrasi pendidikan. Penulis benar-benar kecewa karena dari beberapa instansi yang membuka lowongan untuk CPNS tidak satupun yang menerima lulusan jurusan Administrasi Pendidikan.
Inilah inti dari permasalahan jurusan Administrasi Pendidikan saat ini, kita masih menunggu apa sebenarnya pekerjaan yang cocok untuk jurusan adaministrsi pendidikan, namun demikan dari berbagai informasi yang kami peroleh dari ketua jurusan, alumni dan mata kuliah yang dipelajari dapat ditarik kesimpulan bahwa lulusan jurusan administrasi pendidikan nantinya akan dipersiapkan untuk menjadi :

1.      Tenaga administrasi sekolah, staff TU
2.      Pegawai kantoran, dinas pendidikan, instansi negeri atau swasta
3.      Guru SMK Manajemen bisnis

Namun demikian sebenarnya jurusan administrasi pendidikan bisa bekerja dimana saja, ini dikarenakan karena ilmu yang dipelajari dalam jurusan ini adalah ilmu manajemen yang mana ilmu manajemen sangat dibutuhkan oleh semua lembaga baik negeri ataupun swasta.
Kami menyarankan pada saudara-saudara yang sudah patah semangat dengan jurusan ini, tetaplah tegar dan buktikan kalau jurusan kita adalah yang terbaik, satukan tekan dan rapatkan barisan kita pasti bisa. Ini adalah awal untuk kebangkitan kita bukan akhir. Akhir kata kami menghimbau saudara sekalian jadilah pencipta lapangan pekerjaan jangan menjadi pencari kerja. Tetapalah berkarya dan belajar karena seperti pribahasa mengatakan dimana ada kemauan disana pasti ada  jalan.


Secercah Harapan Bagi Lulusan Jurusan Administrasi Pendidikan

Permasalahan diatas akan terjawab dengan adanya sebuah kebijakan yang dapat menjadikan jurusan administrasi pendidikan di kenal oleh masyarakat banyak dan memiliki prospek kerja yang jelas, dengan demikian akan mendapatkan respon positif dari mahasiswa administrasi pendidikan itu sendiri. Dibalik semua ini akan berpedoman kepada Permendiknas No. 24 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah.
Dengan keluarnya Permen tersebut, akan memberikan dampak positif kepada argument mahasiswa sebelumnya yang mengatakan ketidak jelasan dari jurusan administrasi pendidikan dan prospek kerjanya. Berdasarkan Permen tersebut arah jurusan administrasi pendidikan lebih tampak jelas. Bahwa sebagai tenaga administrasi sekolah benarlah orang-orang yang memiliki background dari administrasi pendidikan. Misalnya untuk menjadi seorang kepala administrasi SMA/SMK/MA/SMALB haruslah seseorang yang berpendidikan S1 program studi administrasi pendidikan, hal ini tercantum dalam lampiran Permen tersebut.
Disamping itu, untuk lebih dikenali jurusan administrasi pendidikan perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang jurusan ini, dan kegiatan atau ikatan iluni administrasi pendidikan agar lebih ditingkatkan. Dengan demikian prospek kerja bagi jurusan administrasi pendidikan akan lebih tampak jelas. Tidak lupa pula diperlukan kesadaran dan optimisme dari setiap mahasiswa terhadap jurusan administrasi pendidikan. Janganlah memandang jurusan ini dengan sebelah mata, sesungguhnya jurusan administrasi pendidikan memiliki peranan penting dalam kemajuan pendidikan khususnya dalam bidang pengelolaan pendidikan.

Tujuan dan manfaat manajemen pendidikan


Tujuan dan manfaat manajemen pendidikan antara lain:
1.   Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, dan Bermakna (PAKEMB);
2.   Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara;
3.   Terpenuhinya salah satu dari 5 kompetensi tenaga kependidikan (tertunjangnya kompetensi manajerial tenaga kependidikan sebagai manajer);
4.   Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien;
5.   Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentan proses dan tugas administrasi pendidikan (tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan);
6.   Teratasinya masalah mutu pendidikan karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya;
7.   Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel;
8.   Meningkatnya citra positif Pendidikan.

  Peranan Manajer Pendidikan

Ada tiga peranan manajer pendidikan :
Peranan interpersonal 
Peranan yang bersifat interpersonal antara lain dimaksudkan untuk menumbuh suburkan iklim solidaritas dan kebersamaan dalam organisasi. Peranan ini sering menampakkan dirinya dalam tiga bentuk utama yaitu :
  • Peranan yang bersifat simbolis. Tidak dapat disangkal dari pengalaman banyak orang-orang yang menduduki jabatan manajemen puncak dalam organisasi tersebut. Salah satu akibat perana tersebut ialah kesediaan manajemen untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan seremonial. Contohnya antara lain ialah berbagai kegiatan langsung dalam perayaan hari-hari besar nasional. Perayaan ulang tahun organisasi, menghadiri upacara kedutaan dan lain-lain.
  1. Keterlibatan termasuk katagori kegiatan feriferal dalam arti tidak memberikan kontribusi secara langsung kepada pencapaian tujuan organisasi dan berbagai sasaranya.
  2. Kegiatan sosial dan seremonial seperti itu menyita banyak waktu, tenaga dan bahkan juga biaya. Akan tetapi sesungguhnya, memainkan peranan simbolis tersebut sangat penting, paling sedikit ditinjau dari segi penciptaan citra positif organisasi yang bersangkutan misalnya sebagai tokoh dalam lingkungan keluarga besar organisasi dan mencegah timbulnya persepsi dikalangan orang lain bahwa manajemen organisasi menjadi kelompok yang exclusive.
  • Peranan  selaku pimpinan, jika kepemimpinan didefenisikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, para bawahan-bawahan  sehingga orang lain itu bersedia melakukan hal-hal yang diinginkan oleh pimpinan meskipun hal tersebut secara pribadi tidak disenanginya dari teori kepemimpinan diketahui bahwa kepemimpinan yang efektif antara lain menyangkut gaya kepemimpinan yang situasiola yang pada umumnya berarti dalam menerapkan kepemimpinanya, seorang manajer menyesuaikan gaya tersebut dengan tingkat kematangan mental, profesional, dan teknis para bawahan meskipun gaya yang demokratiklah yang sesugguhnya yang paling didambahkan
  • Peranan sebagai penghubung dalam arti eksternal yaitu peranan selaku wakil organisasi dalam menghadapi berbagai pihak di luar organisasi yang mempunyai kemitraan atau hubungan kerja dengan organisasi yang bersangkutan. Salah satu bentuk hubungan ini ialah bahwa manajemen menerima informasi dari pihak luar dan sebaliknya memberi informasi kepada pihak luar tersebut tentang organisasi yang dipimpinya.
Peranan Informasional

Peranan informasional ialah dalam kedudukannya selaku unsur pimpinan dalam organisasi manajemen menjadi pemantau arus informasi dalam organisasi di samping peranan menerima dan membagi informasi. Melimpahnya informasi  yang diterima oleh manajemen dapat menimbulkan masalah paling sedikit dalam dua bentuk yaitu :
  • Bahwa tidak sedikit waktu dan tenaga manajemen yang digunakan untuk menyeleksi informasi apa saja yang betul-betul dibutuhkanya yang berarti mengurangi waktu yang tersedia untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang lebih strategis sifatnya.
  • Tidak ada jaminan informasi yang diterima bermutu tinggi karena sering dimaklumi dalam dunia informasi dewasa ini dikenal dengan akronim gigo yang merupakan singkatan dari ungkapan garbage in garbage out. Tidak akan ada yang menyanggah benarnya pandangan yang mengatakan bahwa jika data sebagai bahan baku untuk diolah sehingga menjadi informasi tidak tinggi mutunya, secermat apapun pengolahan dilakukan tidak mungkin tidak mungkin menghasilkan informasi yang bermutu tinggi. 
  • Peranan selaku mengambil keputusan pada tingkat yang berbeda-beda para manajer dalam satu organisasi berparan selalu mengambil keputusan, bagi yang sifatnya standar strategis, fungsional, dan teknis operasionalperanan tersebut timbul karena manajemen memiliki wewenang untuk bertindak.    
Keterampilan Manajerial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajer Pendidikan

Paul Hersay dan Kenneth H. Balanchard mengemukakan bahwa terdapat tigak bidang keterampilan yang penting untuk melakukan proses manajemen bagi seorang manajer bidang keterampilan yang dimaksud adalah:
·            Keterampilan Tehnikal (Technical Skill)
Yaitu kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, metode, prosedur, tehnik, dan akar yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas spesifik yang diperoleh lewat pengalaman pendidikan dan latihan.
·            Keterampilan Manusiawi (Human Skill)
Keterampilan manusiawi adalah kemampuan dan pertimbangan yang diusahakan bersama orang lain, termasuk mengenal motivasi dan aplikasi tentang kepemimpinan yang efektif manajer cukup memiliki keterampilan hubungan manusiawi agar dapat bekerja dengan para bawahan dalam organisasi dan manajemen kelompoknya sendiri.
·            Keterampilan Konseptual (Conceptual Skill)
Yaitu kemampuan memahami kompleksitas keseluruhan organisasi tempat seseorang adaptasi dalam operasi organisasi.